jurnas.com Jakarta - Menghadiri undangan Kedutaan Besar Australia, Ketua Dewan KerajinanNasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta, Fery Farhati memilih untuk mengenakan busana batik betawi. Kehadiran istri gubernur DKI Jakarta tersebut adalah untuk membuka dan melihat pameran fesyen dengan tema Faith Fashion Fusion yang menangkat gaya perempuan muslim di Australia. Acara pameran digelar di Museum Sejarah Jakarta, Kawasan Kota Tua, Jakarta mulai 1-18 Maret 2018.

Fery mengharapkan hasil karya yang dipamerkan dapat menginspirasi perancang busana Indonesia untuk lebih kreatif dalam mengangkat budaya Tanah Air. Hadir dengan balut busana motif flora dan ondel-ondel, Fery ingin menunjukkan bahwa busana batik betawi dapat dipadupadankan menjadi busana yang mengikuti tren fesyen. 
 
“Dekranasda punya lebih dari 300 pengrajin yang diantaranya adalah perancang busana batik, kebaya, sampai dengan muslim. Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi dan tentunya membuka peluang kerjasama yang lebih luas lagi ke depannya," ucap Fery.

Pameran yang berlangsung lebih dari setengah bulan tersebut menghadirkan koleksi dari perancang busana muslim Indonesia, Jenahara Nasution dan perancang busana muslim Australia, Delina Darusman-Gala.

Allaster Cox, kuasa usaha Kedutaan Besar Australia mengungkapkan kebanggaannya dapat menggelar pameran di Jakarta. “Faith Fashion Fusion menyoroti keragaman dan kreativitas komunitas Australia, kesamaan karakteristik yang juga dimiliki masyarakat Indonesia," lanjut Fery.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga memberikan dukungan terhadap terselenggaranya pameran ini. Faith Fashion Fusion merupakan pameran yang dikembangkan oleh Museum of Applied Arts and Sciences (MAAS) di Sydney.

 

 

kategori: 

Fery Farhati Pakai Batik Betawi ke Pameran Fesyen Kedubes Australia