JAKARTA (Pos Kota) – ibu- ibu karder PKK di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan dilatih Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Kegiatan ini dilakukan tujuannya selain untuk meningkatkan keterampilan sekaligus menambah penghasilkan keluarga.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Selatan Jayadi mengatakan, pelatihan UP2K ini sengaja dilakukan kepada ibu-ibu kader PKK agar nanti dapat membantu pendapatan suami.

Menurutnya, UP2K sasarannya memang ketingkat rumah tangga, ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi.

“Pemkot Jakarta Selatan memiliki kewajiban mendukung dan memfasilitasi UP2K demi terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih sejahtera. Salah satu bentuk dukungan melakukan pembinaan dan memfasilitasi hasil UP2K dengan instasi terkait seperti Sudin UMKM, Sudin PE, ya sesuai jenis usaha mereka (kader PKK),” tutur Kata Jayadi.

Makanya adanya pelatihan ini dirinya berharap kedepan akan menghasilkan pengusaha-pengusaha baru dibidangnya masing-masing. Kegiatan seperti ini juga merupakan solusi yang ditawarkan oleh Gubernur dan Wakil DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam mengurangi jumlah pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu Camat Cilandak Tomy Fudihartono menambahkan dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta. Dari jumlah itu seluruhnya merupakan kader PKK yang berasal dari lima kelurahan di Kecamatan Cilandak.

“Jadi dalam hal ini masing-masing kelurahan, mengirimkan 20 orang. Dalam kegiatan ini kami juga menghadirkan pendampingan dari tim Ok Oce. Kami sangat berharap kedepan akan mengurangi dampak pengangguran wilayah,”ungkap Tomy Fudihartono.

Ditambahkan, oleh Camat Cilandak, memang Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menargetkan di Kecamatan Cilandak dapat tercipta 4.000 sampai 5.000 wirausaha baru selama lima tahun. Maka dari itu pihaknya juga akan terus mendorong masyarakat melalui kegiatan seperti ini dengan tujuan apa yang diharapkan akan tercapai.

(wandi/sir)

kategori: 

PKK Kecamatan Cilandak Didorong Jadi Pengusaha