JAKARTA (Pos Kota) – Malang benar nasib Muh. Rizal,2. Balita terlantar yang mengidap gizi sangat buruk ini hingga sekarang belum ditengok pihak keluarga. Sejak Selasa (24/10) dinihari, Rizal yang berdomisili di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru ini dirawat di Kamar 712 RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Sampai sore ini belum ada keluarga yang menengok maupun yang mengurus Rizal,” kata Dr Ratnasari Kurniasih, Kepala Instalasi Rawat Inap RSUD Pasar Minggu saat disambangi di lokasi, Selasa (24/10).

Ratnasari menjelaskan Rizal masuk ke ruang UGD pukul: 21.00 diantar petugas P3S Sudin Sosial Jaksel. Sekitar pukul: 01.00, balita dengan kondisi mengenaskan ini dirawat di kamar 712. Selain mengidap gizi sangat buruk, mulut Rizal terjangkit jamur. Akibatnya ia sulit menelan makanan dan harus menggunakan selang NGT untuk memudahkan asupan gizi maupun obat-obatan. Paru-paru balita tersebut juga bermasalah.

Zuster Delly, Kepala Ruangan Lantai 7 yang menangani Rizal menuturkan, balita ini mendapat makanan cair sebanyak 8 x 125 cc dan infusan 700 cc. Mulutnya yang berjamur sudah diobati dengan anti jamur. Di tangan kanan terdapat selang infus yang ditopang dengan kayu kecil.

“Rizal mengerang-ngerang dan memberi isyarat infusan di tangannya supaya dilepas. Ia senangnya digendong,” ujar Zr Delly seraya membujuk Rizal dan bocah ini membalas dengan kedipan mata.

Sejak Selasa pagi hingga sore, balita ini sudah 1 kali buang air besar dan dua kali ganti popok sekali pakai (pampers). Berbeda dengan pasien gizi buruk lainnya, perut Rizal tidak membuncit.

Menurut Dr Ratnasari, pasien gizi sangat buruk seperti Rizal diperkirakan akan mendapatkan perawatan berkisar 3 minggu. Namun sepenuhnya tergantung kondisi pasien. “Kami berharap dengan perawatan di sini, kondisi Rizal dapat cepat membaik,” ungkapnya.

Rizal dirawat di Ruangan Anak yang terdiri dari 5 bed untuk pasien kelas 3. Balita ini berbekal Kartu Keluarga panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta dan sedang diurus BPJS Kesehatan.

Sebelumnya Kasudin Sosial Jaksel, Mursidin menjelaskan anak buahnya mendapat laporan dari warga terkait kondisi balita terlantar di Cipete Utara dan pada Senin (23/10) malam dikirim ke RSUD Pasar Minggu.

Lurah Cipete Utara, Moh. Yohan menyayangkan ulah warganya yang menyembunyikan anggota keluarga yang sakit maupun menderita gizi buruk.

Ia menjelaskan sejak usia 3 bulan, Rizal diasuh sang nenek, Tuti Komariah,52 yang sejak Agustus 2017 tinggal di RT 07/05 Cipete Utara. Sedangkan ibu kandung Rizal, Diana Melia,33 dikabarkan tinggal di Kalimatan bersama suami.

Sehari-harinya Tutik tinggal di rumah kontrakan di RT 07/05 Cipete Utara bersama Rizal dan kedua anak perempuannya yang bekerja sebagai pramuniaga di Cilandak. Bocah ini sempat 2 hari dirawat di RS Fatmawati, tapi pulang paksa oleh neneknya.

Yohan menuturkan keberadaan Rizal terpantau oleh Kader Posyandu dan Kader PKK saat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan imunisasi MR. Saat itu Kader Posyandu, Tina melihat ada popok bayi di depan rumah Tutik Komariah. Padahal selama ini tidak terdata bayi maupun balita di rumah itu.

“Kader Posyandu kaget melihat kondisi Rizal dan langsung dibawa ke puskesmas kelurahan untuk dirujuk ke puskesmas kecamatan,” tutur Yohan,” Sebelumnya Rizal tidak pernah dibawa ke Posyandu oleh neneknya maupun kedua tantenya.”

Sejak Agustus, balita ini mendapatkan program makanan tambahan (PMT) berkala berupa sop, susu, dan makanan mengandung protein.

Kasus bocah miskin ini mengundang kepedulian warga RW 05 Cipete Utara untuk bergerak. M.Yusuf, Ketua RW 05 Cipete Utara berjanji setiap bulan akan memberi santunan untuk Rizal. (Rachmi)

kategori: 

Balita Gizi Buruk Ini Diselamatkan Kader Posyandu dan PKK